Sejarah membentuk suatu peradaban, sejarah juga menjadi guru yang paling mahal dan berharga. Kenapa? Karena dengan menengok kepada sejarahlah kita dapat memperbaiki diri dimasa yang akan datang agar menjadi lebih baik dan mampu memberikan yang terbaik. Lalu bagaimana bila kita semua melupakan sejarah? Kita akan menjadi bangsa yang mengalami kemunduran.
Pada tahun 1965 dimana waktu itu dikenal sebagai masa orde lama dan PKI sedang berada dalam puncak kejayaannya rakyat banyak mengantri untuk mendapatkan sembako dan harga-harga pada saat itu juga melambung tinggi dan tingkat inflasi yang mencapai hampir 300 persen. Pemerintahan Presiden Soekarno pada waktu itu goyah dan rakyat beserta mahasiswa menuntut agar Presiden mundur dari jabatannya.
Lalu pada masa orde baru, dimana Presiden Soeharto berkuasa, terjadi krisis moneter pada tahun 1998 dan harga-harga juga melambung tinggi. Rakyatpun harus kembali mengantri untuk mendapatkan sembako murah. Kemiskinan merajalela. Presiden Soeharto pun mundur atas desakan dari rakyat dan mahasiswa.
Sekarang, pada masa reformasi kejadian yang sama kembali menimpa bangsa ini. Rakyat harus kembali mengantri untuk mendapatkan sembako. Tingkat pengangguran dan kemiskinan semakin tinggi. Minyak tanah hilang, gas elpiji langka dan mahal, sempitnya lapangan pekerjaan membuat kita semua kembali seperti pada jaman orde lama dan orde baru.
Apakah kita semua tidak belajar dari sejarah? Ada pepatah yang megatakan bahwa bangsa yang bodoh adalah bangsa yang selalu melakukan kesalahan dua kali. Apakah bangsa kita ini termasuk bangsa yang bodoh, memngingat sudah tiga kali kita tercebur kedalam lobang yang sama?