Kenaikan harga elpiji beberapa hari yang lalu, membuat masyarakat menjadi bertambah sengsara. Bayangkan saja, bersamaan dengan bulan puasa , dimana harga-harga kebutuhan marangkak naik, kenaikan elpiji ini dinilai oleh para pengamat ekonomi adalah sebagai bentuk kesewenang-wenangan dari pihak pertamina.
Dulu pertamina ngotot agar pemakaian minyak tanah dikurangi, bahkan kalau perlu dihilangkan, karena setiap tahun pertamina merugi sampai trilyunan rupiah untuk subsidi. Tetapi sesudah minyak tanah menghilang dari pasaran, pertamina dengan sesuka hati menaikkan harga elpiji dari Rp 53.000 ke Rp 65.000 dan sekarang sudah naik lagi menjadi Rp75.000.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI menilai kebijakan pertamina dalam pengurangan minyak tanah dimasyarakat adalah agar pertamina dengan leluasa bisa menaikkan harga elpiji sesuai dengan keinginan mereka. Mungkin lebih baik bila ada perusahaan swasta yang mengelola sumber daya energi di Indonesia ini agar monopoli pertamina bisa dihapuskan.