Penjahat Kelas Teri dan Penjahat Berdasi

Udin (Penjahat Kelas teri) adalah seorang pencuri. Ia tertangkap oleh warga ketika sedang beraksi disebuah rumah. Setelah babak belur karena di hakimi oleh warga, ia lalu diserahkan kepada polisi. Dikantor polisi, tanpa didampingi oleh pengacara ia kembali disiksa oleh aparat yang memeriksanya dan kemudian ia di jebloskan kedalam sel tahanan yang didalamnya sudah ada yang menghuninya terlebih dahulu, yaitu seorang pembunuh, dan selebihnya tukang palak dan preman. Didalam sel, ia kembali mengalami siksaan oleh penghuni sel yang lama. Walaupun masih menderita kesakitan, ia tetap harus menjalani persidangan
hingga akhirnya ia di vonis delapan bulan penjara. Seperti awalnya, di dalam penjarapun ia kembali mengalami siksaan yang sama sampai ia tak kuat lagi dan tewas didalam penjara. Kepada keluarganya diberitakan bahwa udin telah meninggal karena sakit asma.

Toni (penjahat berdasi) adalah seorang koruptor. Ia tertangkap oleh KPK. Dengan didampingi oleh pengacaranya, dikantor polisi ia diperiksa selama sembilan jam. Sambil diperiksa itu ia disuguhi minuman dingin, penganan kecil dan rokok bermerek oleh aparat yang memeriksanya. Setelah diperiksa, ia kemudian ditaruh kedalam sel khusus yang didalamnya telah disediakan AC, TV, Kulkas dan Springbed. Bahkan ia juga diberikan baju yang khusus dari KPK. Menghadapi persidangan, ia mengaku sakit. Akhirnya persidangan ditunda sampai berlarut-larut. Setelah persidangan yang alot selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dia divonis satu tahun dan dijebloskan ke penjara. Didalam selnya juga terdapat TV, AC, Kulkas, Springbed. Tapi kali ini ditambah dengan Room Service! Para penjaga penjara dan penghuni tahanan yang lainpun berebut untuk melindungi dirinya agar jangan sampai diganggu oleh penghuni penjara yang lain.

Jadi, lebih enak mana, penjahat berdasi atau penjahat kelas teri?

Tinggalkan Balasan