Gizi Buruk Mengancam Indonesia

Pada masa resesi seperti sekarang ini, dimana harga-harga kebutuhan hidup menjadi semakin tak terjangkau oleh rakyat kebanyakan, ada ancaman lain yang tengah menanti bangsa kita ini, yaitu gizi buruk.

Kenaikan Bahan Bakar Minyak yang diumumkan oleh pemerintah beberapa bulan lalu memicu naiknya berbagai kebutuhan pokok. Ganti harga tepatnya. Kondisi ini membuat masyarakat semakin terpuruk, karena dengan penghasilan yang selalu sama, masyarakat harus lebih ketat lagi dalam mengatur keuangan keluarganya.

Banyak para ibu yang mengganti susu yang diberikan kepada balita dan bayinya dengan air beras atau air tajin karena mahalnya harga susu dipasaran. Sedangkan para balita dan bayi tersebut harus mendapat asupan gizi yang cukup untuk menunjang perkembangan tubuh dan otaknya. Akibatnya para balita dan bayi di Indonesia banyak yang menderita gizi buruk.

Menurut survey dari WHO (Badan Kesehatan Dunia), kasus gizi buruk di Indonesia meningkat sebesar 64,3 persen dari tahun 2003 sampai tahun 2007. Sebuah angka yang sangat mengerikan untuk kasus gizi buruk. Banyak di daerah-daerah seperti misalnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) kasus gizi buruk yang menyebabkan penderitanya meninggal dunia.

Banyak warga yang terpaksa makan nasi aking karena tidak mampu untuk membeli beras. Sedangkan nasi aking itu kandungan gizinya sudah hilang dan sudah banyak dijangkiti oleh bakteri dan kuman yang tentu saja tidak baik untuk kesehatan.

Pemerintah terkesan menutup mata terhadap persoalan ini. Bila penerus bangsa ini banyak yang menderita gizi buruk, mau jadi apa bangsa ini kelak?

Tinggalkan Balasan