Lagi-lagi kecelakaan angkutan udara! Kali ini adalah giliran Sriwijaya Air yang mengalaminya. Kemarin pada tanggal 26 Agustus, Sriwijaya Air tergelincir saat hendak tinggal landas.
Seperti biasa, para pejabat terkait menyalahkan kepada faktor cuaca. Kenapa lagi-lagi cuaca yang disalahkan atas semua insiden kecelakaan udara maupun laut? Mungkinkah faktor Human Error dan kondisi pesawat yang mungkin tidak laik jalan yang harus disalahkan? Atau mungkin juga karena faktor dari landasan pesawat yang tidak memenuhi standar internasional?
Yang jelas pemerintah dan pengusaha maskapai penerbangan perlu untuk berbenah diri dalam mengelola transportasi darat dan udara. Banyak sudah korban yang berjatuhan akibat dari kecelakaan pesawat ini. Karena itulah Masyarakat Uni Eropa mengeluarkan larangan terbang dari Maskapai Penerbangan Indonesia karena berbahaya.
Ironisnya lagi kecelakaan demi kecelakaan itu terjadi ketika pemerintah kita sedang mengusahakan agar Masyarakat Uni Eropa mencabut larangan terbang tersebut. Yang jelas bagi anda pengguna jasa penerbangan di Indonesia jangan hanya memilih maskapai penerbangan yang harganya murah saja, tetapi pentingkan juga keselamatan. Karena nyawa lebih berharga dari uang….