Pilkada Membuka Peluang Korupsi

Berbeda dengan masa orde baru, pemilihan kepala daerah maupun gubernur yang selalu ditunjuk oleh pemerintah pusat sekarang rakyat bisa memilih secara langsung.

Banyak cara yang dilakukan oleh para Calon-calon pemimpin daerah tersebut dalam menarik massa, seperti mengadakan gerak jalan masal, panggung hiburan dan lain sebagainya yang tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit jumlahnya.

Calon pemimpin daerah tersebut tentulah harus memiliki kecukupan dana yang besar demi memuluskan ambisinya menjadi kepala daerah, termasuk membayar kepada pihak partai yang menaunginya. Mobilisasi massa juga memerlukan dana yang besar.

Tentunya mereka menginginkan untuk mengembalikan modal yang telah di keluarkan selama masa kampanyenya tersebut bila mereka telah menjabat sebagai Kepala Daerah. Nah, dengan jalan apa mereka akan mengembalikan modal tersebut? Karena gaji seorang kepala daerah hanya berkisar maksimal duapuluh juta saja. Jawabannya tentu saja dengan melakukan korupsi.

Kalau begitu, bagaimana kita bisa memberantas korupsi di negeri ini?

Satu Tanggapan ke “Pilkada Membuka Peluang Korupsi”

  1. Singal Berkata:

    Kalau yang tidak menang atau tidak terpilih bagaimana ya, rugi besarrr…hehehe

Tinggalkan Balasan